Apa pengertian pemakzulan adalah

Pemakzulan adalah proses dimana tingkat badan legislatif menuntut terhadap pejabat pemerintah. Pemakzulan tidak dengan sendirinya memindahkan pejabat secara definitif dari jabatan; Pemakzulan mirip dengan dakwaan dalam hukum pidana, dan karenanya pada dasarnya merupakan pernyataan tuntutan terhadap pejabat bersangkutan.
Pemakzulan adalah proses dimana tingkat badan legislatif menuntut terhadap pejabat pemerintah. Pemakzulan tidak dengan sendirinya memindahkan pejabat secara definitif dari jabatan; Pemakzulan mirip dengan dakwaan dalam hukum pidana, dan karenanya pada dasarnya merupakan pernyataan tuntutan terhadap pejabat bersangkutan.

Apa artinya Pemakzulan presiden?

Di negara Amerika Serikat, Pemazkulan terjadi jika majelis legislatif mengajukan tuntutan terhadap pejabat pemerintah sipil seperti presiden, atas dugaan kejahatan yang telah dilakukan. Selama masa tersebut, pejabat yang bersangkutan (presiden) tetap menjalankan tugasnya seperti biasa sebagai presiden hingga persidangan di adakan.

Konstitusi US mengharuskan supermajoritas dua pertiga untuk menghukum seorang presiden yang dimakzulka. Dalam artian, setelah sidang pemakzulan presiden, maka jumlah voting (suara) untuk menghukum presiden (atau pejabat negara) harus mencapai angka 2/3 jumlah suara senat. Jika angka tersebut tercapai maka jabatan presiden akan langsung dicabut dan posisi presiden di ganti oleh wakil presiden, namun jika angka dua pertiga suara tidak tercapai maka presiden (pejabat bersangkutan) akan melanjutkan tugasnya sebagai presiden seperti biasanya. 

Apa tahapan atau proses pemakzulan:

  1. Adanya tuntutan pemakzulan sesuai dengan pasal apa yang dilanggar.
  2. DPR mengadakan sidang paripurna.
  3. Dari sidang paripurna jika voting suara mencapai 51% dari total jumlah suara, maka pemakzulan presiden disetujui, namun jika tidak mencapai angka tersebut maka dibatalkan.
  4. Jika pemakzulan terjadi, proses selanjutnya diadakan sidang senat untuk menentukan presiden akan dihukum (dicopot) atau tidak.
  5. Apabila sidang senat mencapai 2 per 3 dari total suara senat setuju atas pemakzulan, maka presiden akan lengser dan kursi kosong presiden diisi oleh wakil presiden, namun jika angka suara tersebut tidak tercapai maka presiden bisa melanjutkan jabatannya.