Apa sajakah jenis simbiosis?


Ada tiga jenis hubungan simbiotik yang berbeda: Simbiosis mutualisme, Simbiosis komensalisme, dan Simbiosis parasitisme.
  1. Simbiosis Mutualisme: kedua pasangan mendapat manfaat. Contoh mutualisme simbiosis adalah hubungan antara Cerek Mesir dan buaya. Di daerah tropis Afrika, buaya terletak dengan mulut terbuka. Cerek itu terbang ke mulutnya dan memakan sedikit daging busuk yang tersangkut di gigi buaya. Buaya tidak memakannya. Sebagai gantinya, dia menghargai pekerjaan gigi. Cerek makan dan buaya membersihkan giginya. Secara kebetulan, Cerek Mesir juga dikenal sebagai burung buaya.
  2. Simbiosis Komensalisme: hanya satu spesies yang mendapat manfaat sementara yang lain tidak mendapatkan keuntungan ataupun tidak dirugikan. Misalnya, ikan remora sangat bertulang dan memiliki sirip punggung (sirip di bagian belakang ikan) yang bertindak seperti cawan pengisap. Ikan remora menggunakan sirip ini untuk melekatkan diri pada paus, hiu, atau pari dan memakan sisa makanan yang ditinggalkan oleh tuan rumah mereka. Ikan remora mendapat makanan, sementara inangnya tidak mendapat apa-apa. Egois, tentu, tetapi simbiosis ini tidak ada yang terluka.
  3. Simbiosis Parasitisme: Satu organisme (parasit) bertumbuh, sedangkan yang lain (inang) menderita. Kutu rusa adalah parasit. Itu menempel pada hewan berdarah panas dan memakan darahnya. Kutu membutuhkan darah pada setiap tahap siklus hidupnya. Mereka juga membawa penyakit Lyme, penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan persendian, komplikasi jantung, dan masalah ginjal. Kutu mendapat manfaat dari memakan darah hewan. Sayangnya, hewan tersebut menderita kehilangan darah dan nutrisi dan mungkin sakit.

Comments